Debat Klasik, Otaku atau Wibu? - Heyazone

Debat Klasik, Otaku atau Wibu?

Wallpaper Kastil Jepang

Pembahasan yang tak kunjung usai perihal perbedaan antara otaku dan weeaboo (atau yang sering kita sebut wibu). Keduanya acap kali menjadi penyulut api dalam forum diskusi terutama yang membahas tentang jejepangan.

Sejauh yang saya amati atau setidaknya sejak tahun 2016, pembahasan seperti ini selalu saja menyulut emosi dari para komenter.

Ketika muncul thread dengan tajuk "Apa bedanya antara otaku dan wibu?", langsung saja thread tersebut akan dibanjiri dengan berbagai komentar. Beberapa akan berkomentar menjelaskan perbedaan keduanya, dan yang lain akan tutup mata mengomentari bahwa keduanya sama saja, serta sebagian yang lain hanya jawab asal tanpa pengetahuan yang cukup. Inilah yang biasanya menjadi awal perdebatan online.

Memang terlihat sama, karena keduanya berkaitan erat dengan Jepang sebagai negara asal munculnya istilah tersebut. Meski demikian, otaku dan wibu tak pantas disama artikan. Ada beberapa perbedaan yang sangat jelas jika kita gali lebih dalam mengenai keduanya.

Yang menjadi permasalahan di sini adalah masih ada orang-orang yang menganggap otaku dan wibu itu sama. Dan yang lebih parah, malah ada segelintir orang yang tak mau menerima penjelasan sama sekali dan tetap menganggap otaku dan wibu tak ada bedanya. Hal tersebutlah yang membuat saya gerah hingga akhirnya membuat pembahasan ini.

Lantas...

Apa Bedanya Otaku dan Wibu?

Yang perlu ditekankan di sini adalah istilah otaku dan wibu tidak didasarkan pada tingkat kefanatikan terhadap anime dan manga, foto profil media sosial yang digunakan, atau tentang aroma tubuh seseorang.

Perlu diketahui bahwa otaku secara umum dapat diartikan sebagai seorang atau sekelompok orang yang menekuni suatu bidang tertentu. Tak hanya anime dan manga, semua bidang yang ditekuni seperti musik, olahraga, fashion, ataupun game dan sebagainya dapat disebut sebagai otaku. Di sisi lain istilah otaku juga memiliki arti lain sebagai penggemar fanatik subkultur yang estetikanya tak dapat dipahami masyarakat pada umumnya, atau orang yang tak mau berkomunikasi atau jarang bergaul dengan orang lain. Istilah otaku ini tidak hanya digunakan untuk menyebut orang Jepang saja, melainkan universal, hanya saja penggunaannya lebih sering dipakai di negara Jepang itu sendiri.

Sedangkan weeaboo (wibu) atau japanofilia merupaka istilah yang digunakan untuk menyebut orang-orang yang terobsesi dengan budaya Jepang secara berlebihan meskipun mereka bukan warga Jepang atau tinggal di sana. Mereka dianggap kurang bahkan tidak menghargai budaya negaranya sendiri dan lebih mengagungkan budaya Jepang. Inilah yang mejadikan istilah wibu dikonotasikan negatif.

Saya masih ingat, dulu sebelum anime bajakan sepopuler sekarang yang mana dapat diunduh dimana-mana, penyebutan kata wibu merupakan hal yang tabu alias terlarang. Sangat tidak etis menyebut seseorang sebagai wibu pada masa itu. Namun sekarang malah banyak orang-orang yang dengan bangganya menyebut diri mereka sebagai wibu.

Otaku dan Wibu, Serupa Tapi Tak Sama

Untuk perbedaannya sudah saya jelaskan secara gamblang di atas. Untuk persamaannya, otaku dan wibu ini sering dikaitkan dengan hikikomori (mengurung diri dari kehidupan sosial), karena keduanya lebih fokus mendalami apa yang mereka sukai dan menganggap orang lain tak akan paham mengenai itu. Hanya saja otaku kebanyakan lebih bersifat tertutup, bertolak belakang dengan wibu yang dalam beberapa kasus memang sengaja menunjukan eksistensinya kepada publik.

Well...

Dengan pembahasan ini semoga nanti tidak ada lagi yang salah kaprah mengartikan istilah otaku dan wibu. Memberikan kejelasan sehingga tidak ada lagi muncul thread mengenai perbedaan otaku dan wibu di lain hari.

Tidak ada komentar untuk "Debat Klasik, Otaku atau Wibu?"