Kesan Pertama Adaptasi Anime Tower of God - Heyazone

Kesan Pertama Adaptasi Anime Tower of God

Tower of God

Tower of God, sebuah Webtoon karya Lee Jong-hui (SUI) asal Korea Selatan yang diadaptasikan dalam bentuk anime dan mulai tayang pada tanggal 1 April kemarin. Saya sendiri tidak mengituki satu chapter pun Webtoon Tower of God atau yang dalam bahasa aslinya Sin-ui Tap (신의 탑) ini meskipun komiknya begitu populer hingga tembus 4,5 miliar tayangan di seluruh dunia. Jadi yang saya jadikan bahasan tentang anime ini murni dari impresi pertama yang saya rasakan dari episode 1.

Di sini saya juga akan melakukan sedikit komparasi dari beberapa Fansub Indonesia yang menerjemahkan anime Tower of God ini. Sederhananya, saya ingin mengarahkan para leecer anime Indonesia untuk mengunduh dari fansub, dari pada mencari di fanshare receh murahan. Dalam hal ini, fansub yang saya ambil adalah ExTonan, AWSubs, dan Oploverz. Saya memang tidak ahli dalam membandingkan, atau pun punya pengalaman dalam QC fansub, hanya saja saya akan memberikan pendapat, mana yang pas untuk dinikmati sebagai seorang penonton.

Menara Dewa

Animenya sendiri diadaptasikan dalam bahasa Jepang sehingga mendapat judul Kami no Tou (神之塔) atau bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti Menara Dewa. Sebutan yang cocok sepertinya, meski saya sedikit heran mengapa AWSubs mengartikannya sebagai Menara Tuhan dan dalam kalimat lain mereka juga menggunakan kata Dewa.

Semua yang kau inginkan ada di puncak menara, dan untuk sampai di sana harus melewati setiap lantai yang mematikan.
Cerita yang saya rasa cukup unik, mengingatkan kita pada sebuah mode game. The Tower sendiri saya rasa merupakan konsep yang unik namun misterius. Saya tidak menemukan jawaban tentang apa yang dimaksud menara dalam cerita ini, setidaknya untuk episode 1. Hanya dijelaskan, sang Main Character yang ingin kembali menemui seorang temannya harus mencapai puncak menara dahulu untuk mewujudkan keinginannya.

Karakter Bam

Dalam sulih suaranya sendiri diucapkan jelas dengan nama Yoru (夜), yang dalam bahasa Jepang memiliki arti Malam. Saya sempat sedikit bingung karena terjemahan bahasa dari ExTonan dan AWSubs menggunakan nama Bam, sedang kalau saya dengarkan seksama sama sekali tidak ada kata Bam dalam audionya. Sebelumnya bukan masalah sampai saya lihat terjemahan Oploverz yang lebih memilih nama Yoru sesuai bahasa Jepangnya. Hingga akhirnya saya putuskan mencari informasi mengenai karakter satu ini.

Dalam bahasa Korea disebutkan nama Seumul-daseot-banjjae Bam (스물다섯번째 밤) atau dalam bahasa Indonesia berarti Malam ke-25. Dari sini saya tak heran mengapa adaptasi animenya memakai nama Yoru daripada Bam itu sendiri. Dan untuk penerjemahannya, saya lebih prefer untuk tetap menggunakan nama Bam demi menjaga keaslian ceritanya.

Sinematografi

Telecom Animation Film selaku studio yang mengerjakan adaptasi animenya, mungkin berniat untuk tetap menjaga art style khas manhwa. Saya sendiri kurang terbiasa dengan grafik animenya, yang mungkin juga ada alasan untuk menekan budget pengerjaannya. Namun bukan masalah berarti, saya harap kedepannya akan ada adegan battle yang seru mengingat studio yang sama pernah juga mengerjakan anime sekelas Sengoku Basara. Kita nantikan saja.

Lagu pembuka dan penutup cukup biasa untuk anime pada umumnya, namun keren menurut saya. Mantap. Hanya saja, kredit yang saya rasa berlebihan ditempatkan di opening. Full screen credit pada opening? Yang benar saja. Itu saja, selebihnya untuk opening dan ending tetap keren menurut saya.

Komparasi Fansub

Untuk terjemahan dari 3 Fansub yang saya sebutkan di atas, tidak ada perbedaaan berarti sehingga masih bisa diterima. Mungkin hanya nama Yoru yang dipakai Oploverz dalam garapannya lah yang paling beda. Selebihnya sama. Font yang dipakai masing-masing fansub berbeda dengan ukuran yang beda juga, ini relatif tergantung kita suka yang mana.

Typesetting untuk anime jenis ini memang tidak banyak, hanya pada bagian judul part saja yang cukup menggunakan typeset. Dari Oploverz saya tidak ada komentar, untuk ExTonan ada sedikit kesalahan typeset pada judul part pertama yang mana harusnya ada tulisan "Ujian ke-1". AWSubs tidak konsisten dalam penempatan typset pada part 2, entah karena miss atau apa, dan di part pertama diterjemahkan "Besi Putih Eel dan Bola", maksudnya apa coba?

Kesan

Untuk episode 1 sendiri bagi saya masih misterius terutama ada beberapa istilah yang tidak dijelaskan di sini. Entah wajar atau tidak, untuk satu episode yang katanya mengadaptasi chapter 0-6 dengan dibagi 2 part ini tetap menyisakan pertanyaan bagi saya. Misalkan saja, istilah Regular dan Iregular. Saya perlu mencarinya sendiri setelah menonton episode pertama ini.

Pada dasarnya saya tidak terlalu suka dengan grafis animenya, namun mengingat akan ada adegan pertarungan, patut saya nantikan perkembangannya. Itupun kalau tidak saya drop di tengah-tengah.

Tidak ada komentar untuk "Kesan Pertama Adaptasi Anime Tower of God"