[Ulasan] Haikyuu!! S4: Menuju Ke Puncak (Bagian I) - Heyazone

[Ulasan] Haikyuu!! S4: Menuju Ke Puncak (Bagian I)

Karasuno

Seri adaptasi manga Haikyuu!! musim keempat ini tak begitu terasa hypenya jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya. Dengan mengambil format 2 Cour dengan jeda satu musim, saya pikir untuk paruh pertama ini memang disengaja untuk kembali membangun cerita. Ditambah dengan adanya sedikit perombakan di jajaran staff produksi, musim keempat ini terasa ada sedikit perbedaan, baik dalam visual animasi maupun desain karakter, dan itu tak terbantahkan sehingga ada beberapa cibiran mengenai ini.

Mengesampingkan sisi di mana ada sedikit art style baru, saya sendiri masih cukup puas dengan hasil kerja Production I.G. yang masih setia menangani Haikyuu!! sampai musim ini.

Grafik Menurun?

Saya sendiri sebenarnya cukup lelah kalau harus meladeni komentar mengenai penurunan grafik pada musim keempat ini. Dari segi animasi sendiri, saya tidak begitu merasakan adanya perbedaan yang signifikan dari musim-musim sebelumnya. Yang paling menonjol mungkin hanya pada desain karakter, terutama pada gaya rambut.

Penyederhanaan, kata yang mungkin paling tepat untuk desain karakter Haikyuu!! musim keempat ini. Beberapa aspek terlihat disederhanakan. Contoh saja pada gaya rambut, yang untuk kali ini terlihat begitu simple. Bisa kita lihat jelas perbedaannya pada desain rambut Hinata yang sekarang jika dibanding dengan musim sebelum-sebelumnya. Terlihat begitu simple bukan? Tapi saya lebih suka yang seperti ini. Dari postur tubuh juga, saya rasa justru lebih terlihat altletis, ditambah lagi garis-garis strech pada kaki dan tangan yang juga lebih diminimalisir. Dari pihak produksi mungkin mempetimbangkan dengan art style pada manga, yang mana adaptasi kali ini menyesuaikan dengan art style manga yang sampai saat ini masih berlanjut.

Keseluruhan Cerita

Kembali membahas story utama dari manga yang diadaptasi, untuk musim ini khususnya cour pertama memang lebih banyak mengambil fokus pada jeda setelah Karasuno menang melawan Shiratorizawa sebelum pergi ke Tokyo untuk turnamen musim semi tingkat nasional.

Pada musim ini fokus berada pada Kageyama dan Hinata. Kageyama mendapat undangan untuk menghadiri training camp pemusatan latihan U-19 Jepang. Sedang Hinata juga ikut dalam training camp serupa di Shiratorizawa bersama dengan Tsukishima, tapi sayangnya dia tidak mendapat undangan alias penumpang gelap. Hinata dengan sengaja ikut dalam training camp walau tanpa diundang, meskipun menimbulkan masalah, tapi Washijou-sensei selaku pelatih Shiratorizawa akhirnya memperkenankannya dengan syarat Hinata hanya menjadi pemungut bola.

Kageyama sendiri, dalam latihannya bertemu dengan beberapa pemain berbakat lainnya. Sebut saja Miya Atsumu, setter yang disebut-sebut setter nomer wahid di Jepang, Hoshiumi Kourai, sosok yang juga dikenal sebagai raksasa kecil (era sekarang), dan juga Sakusa Kyoomi, salah satu dari tiga spiker terkuat se-SMA. Hinata, walau hanya sebagai pemungut bola tapi ia bisa memanfaatkannya untuk mengamati pertandingan dan mulai bisa belajar recieve.

Hasil training camp tersebut benar-benar memperlihatkan perkembangan dari 2 karakter utama, Kageyama dan Hinata. Kageyama yang menyadari levelnya yang sekarang, jauh lebih bisa menyesuaikan tim. Dan Hinata juga terlihat lebih dewasa dan gigih dalam latihan, disamping itu pengamatannya terhadap pertandingan jauh lebih terasah dan teknik penerimaan bolanya juga mulai berkembang.

Karakter yang kurang mencolok juga mulai dimunculkan di musim ini, sebut saja Kinoshita yang juga ahli dalam servis jump-float (posisi sama dengan Tadashi, yaitu pinch server). Juga ada beberapa drama kecil, seperti waktu di acara tahun baru dan juga saat tas sepatu Hinata tertukar, yang mana dari 2 momen tersebut jelas terlihat kedewasaan dari sang manager, Kiyoko.

Munculnya Karakter Baru

Munculnya beberapa figur baru, menambah warna dan keseruan musim kali ini. Kandidat-kandidat kuat lawan Karasuno selanjutnya, mulai diperkenalkan satu persatu. Sakusa Kyoomi, Hoshiumi Kourai, si kembar Miya Atsumu, dan Miya Osamu. Ya, sebagian besar karakter baru yang muncul memang nama-nama yang juga diundang dalam training camp bersama dengan Kageyama. Jadi, soal kemampuan jelas jangan dipertanyakan.

Mangenai para karakter baru tersebut, seiyuu yang mengisi suara saya rasa sudah cukup pas, atau bisa dibilang saya tidak bisa membayangkan yang lebih dari ini.

Mood Booster Song (Again)

Dari yang saya amati dari musim pertama Haikyuu!!, setiap opening yang dibawakan oleh BS selalu waah, mood booster banget. Saya menaruh ekspektasi tinggi saat melihat PV Haikyuu!! To The Top untuk pertama kalinya, di situ terdengar backsound PHOENIX yang dibawakan oleh BURNOUT SYNDROMES yang menandakan akan menjadi opening musim ini. Dan tentu saja BS tak mengecewakan saya.

Lagu penutup pun juga tak luput dari eksistensi saya akan Haikyuu!! musim ini. Bagaimana tidak, saya sebagai penggemar CHiCO with Honeyworks sangat menantikan lagu seperti apa yang akan dibawakan untuk seri anime bergenre olahraga seperti Haikyuu!! ini. Dan benar saja, Kessen Spirit berhasil menjadi lagu mood booster baru di playlist saya. Apa lagi itu, senyum Kyoko di bagian akhir.

Impresi Terakhir

Sebagai pembaca manganya, saya rasa untuk arc training camp sudah berhasil diadaptasi dengan baik. Mengesampingkan beberapa perubahan jajaran staff produksi, untuk adaptasi musim ini masih cukup solid di bagian animasinya. Saya sempat berfikir untuk episode terakhir tidak akan menampilkan pertandingan sama sekali, tapi ternyata tidak, justru ada sedikit pengenalan skill dari tim lawan. Patut kita nantikan meski harus menunggu lagi satu musim. Saya harap akan sesuai ekspektasi saya dengan manga untuk cour kedua nanti.

Bersambung~

Tidak ada komentar untuk "[Ulasan] Haikyuu!! S4: Menuju Ke Puncak (Bagian I)"